Minggu, 28 September 2014

Masihkah ada hasrat mencintai disini... di balik bilik hati kita yang diam.

Kamis, 25 September 2014

10 Cara Praktis Mengatasi Rasa Marah

Berikut adalah beberapa saran praktis untuk mengatasi marah.
1. Ketika anda marah jangan mengatakan apa-apa. Jika kita berbicara dalam rasa marah, kita pasti akan memperburuk situasi dan sangat mungkin menyakiti perasaan orang lain. Jika kita berbicara dalam rasa marah, kita mungkin akan menemukan bahwa orang-orang akan menanggapi dengan rasa marah juga, menciptakan sebuah lingkaran kemarahan. Namun jika kita bisa menjaga untuk tetap diam, maka akan memberikan waktu untuk emosi kemarahan meninggalkan kita.
“Ketika marah, hitunglah sampai sepuluh sebelum anda berbicara. Jika anda sangat marah, hitunglah sampai seratus. ” - Thomas Jefferson –
2. Acuhkan orang-orang yang berusaha membuat kita marah. Sialnya, beberapa orang mungkin memiliki niat jahat dengan mencoba membuat anda marah dan mengambil kesenangan dari anda. Namun jika kita bisa mengacuhkan kata-kata mereka dan tidak merespon dengan cara apapun provokasi mereka, mereka akan kehilangan minat dan tidak mengganggu kita di waktu mendatang.
3. Gunakan alasan untuk menghentikan kemarahan. Ketika kita marah, katakan kepada diri sendiri “kemarahan ini tidak akan membantu saya dengan cara apapun. Kemarahan ini akan membuat situasi lebih buruk.” Bahkan jika sebagian dari kita masih marah, suara batin kita akan membantu kita untuk menjauhkan diri dari emosi kemarahan.
4. Bersikap baik pada orang lain. Visualisasi lain yang disarankan oleh seorang guru spiritual adalah melihat agen kemarahan sebagai anak berusia 5 tahun. Jika anda berpikir tentang orang lain sebagai anak berusia 5 tahun yang tak berdaya, kasih sayang dan pengampunan anda yang akan muncul. Jika adik kecil anda tidak sengaja menusuk anda, anda tidak akan merasakan kemarahan dan keinginan untuk membalas. Sebaliknya anda hanya akan merasa dia masih terlalu muda dan perlu tahu hal-hal yang lebih baik. Latihan ini mungkin sangat berguna bagi anggota keluarga dekat yang kadang-kadang menimbulkan rasa marah anda.
5. Nilai perdamaian jauh lebih tinggi dibanding rasa marah. Jika kita menghargai ketenangan pikiran sebagai harta kita yang paling penting, kita tentu saja tidak akan membiarkan kemarahan tetap ada dalam sistem kita. Seperti Sri Chinmoy pernah katakan : “Anda mungkin punya hak untuk marah dengan seseorang, tetapi anda tahu bahwa dengan marah kepadanya anda hanya akan kehilangan kedamaian pikiran anda yang berharga ..”
6. Selalu mencoba untuk memahami mereka yang marah pada anda. Jangan khawatir jika anda memiliki perasaan untuk membela diri dari kritik mereka. Jika anda dapat tetap tenang, mereka mungkin mulai merasa bersalah melampiaskan kemarahan mereka pada anda. Terinspirasi oleh contoh ketenangan anda, mereka akan sadar dan berusaha untuk melakukan hal yang sama.
7. Fokus pada sesuatu yang sama sekali berbeda. Misalkan seseorang telah melakukan sesuatu yang membuat anda marah. Pikirkan tentang sesuatu yang akan membuat anda bahagia. Penangkal terbaik untuk negatif adalah fokus pada yang positif.
8. Tarik nafas dalam-dalam. Tindakan sederhana dengan menarik nafas dalam-dalam akan sangat membantu anda dalam menghilangkan kemarahan.
9. Meditasi. Berlatih meditasi secara teratur untuk membawa kedamaian batin anda kedepan. Jika kita dapat memiliki akses menuju kedamaian batin, maka kita akan mampu memanfaatkan hal ini selama masa pengujian.
10. Tersenyum. Ketika kita tersenyum kita meredakan banyak situasi negatif. Tersenyum adalah cara menawarkan niat baik kepada orang lain. Tersenyum tidak memerlukan biaya apa-apa, selain efektif dapat meredakan situasi tegang.
Sumber : http://www.akuinginsukses.com/10-cara-praktis-mengatasi-rasa-marah/

101 Pertanyaan Hebat Untuk Membuat Hidup Anda Luar Biasa

Anthony Robbins pernah mengatakan dalam salah satu bukunya bahwa berpikir sebetulnya adalah proses bertanya dan menjawab pertanyaan-pertanyaan. Beliau kemudian menambahkan bahwa orang-orang yang sukses adalah mereka yang selalu bertanya pada dirinya sendiri.
Berikut adalah 101 pertanyaan untuk membuat hidup anda luar biasa :
1. Apa yang saya inginkan?
2. Untuk hal-hal apa saja saya berterima kasih?
3. Apakah yang hilang dalam hidup saya?
4. Apakah saya melihat hal-hal baru di dunia ini setiap hari?
5. Apakah saya menyediakan sedikit waktu untuk mendengarkan orang lain?
6. Apakah saya cukup bersenang-senang?
7. Bagaimana saya menjadikan hidup ini lebih ceria?
8. Apa yang saya inginkan lebih dalam hidup?
9. Apa yang tidak terlalu saya inginkan dalam hidup?
10. Apakah saya selalu mencari peluang-peluang?
11. Apakah saya menangkap peluang-peluang yang ada?
12. Apakah saya mempunyai pikiran yang terbuka?
13. Apakah saya cukup fleksibel?
14. Apakah saya cepat menghakimi orang lain?
15. Apakah saya selalu memperhitungkan resiko?
16. Apakah saya tulus memuji orang lain?
17. Apakah saya menghargai apa yang orang lain lakukan untuk saya?
18. Ke tempat mana sajakah saya ingin pergi?
19. Siapa sajakah orang yang ingin saya jumpai?
20. Petualangan apa sajakah yang ingin saya ikuti?
21. Apakah saya peduli dengan apa yang orang lain pikirkan tentang saya?
22. Apakah saya cepat tersinggung?
23. Apakah yang membuat saya bahagia?
24. Adakah hal yang saya tunda?
25. Apakah saya selalu memikirkan diri sendiri?
26. Apakah saya suka menyimpan dendam?
27. Apakah saya selalu mengingat-ngingat masa lalu?
28. Apakah saya membiarkan pikiran negatif orang lain mempengaruhi saya?
29. Apakah saya bisa memaafkan diri sendiri?
30. Apakah saya cukup sering tersenyum?
31. Apakah saya cukup sering tertawa?
32. Apakah saya mengelilingi diri saya dengan orang-orang positif?
33. Apakah saya orang yang positif?
34. Apakah saya menyediakan cukup waktu untuk merawat diri?
35. Apakah ambisi rahasia saya?
36. Apakah yang ingin orang-orang ingat tentang saya di akhir hidup nanti?
37. Apakah arti sukses untuk saya?
38. Bagaimana saya dapat memberi arti bagi hidup orang lain?
39. Bagaimana saya dapat melayani sesama?
40. Hal apakah yang dapat saya lakukan lebih baik dibandingkan orang lain?
41. Apakah 3 kekuatan terbesar saya?
42. Apakah saya bergerak menuju ke pencapaian mimpi-mimpi saya?
43. Apakah saya menceritakan pada orang lain apa yang sungguh-sungguh saya inginkan dalam hidup?
44. Seperti apakah rupa hari yang indah menurut saya?
45. Ingin seperti apakah anda 1 tahun lagi? 5 tahun lagi? 10 tahun lagi? 20 tahun lagi?
46. Seperti apakah bentuk lingkungan untuk hidup yang baik menurut saya?
47. Apakah yang ingin saya perbuat jika saya tidak mempunyai rasa takut?
48. Apakah yang ingin saya perbuat jika uang bukanlah hal yang penting?
49. Alasan-alasan apa sajakah yang sering saya ucapkan?
50. Apakah saya menikmati apa yang saya lakukan sehari-hari?
51. Apakah saya berada di jalan yang benar?
52. Apakah saya meyayangi diri sendiri?
53. Apakah saya baik pada orang lain?
54. Apakah saya mengambil sesuatu tanpa imbalan?
55. Apakah saya sedang melakukan hal yang paling penting saat ini?
56. Apakah ada hal-hal dalam hidup yang perlu saya beri perhatian lebih?
57. Apakah saya sudah menggunakan waktu saya dengan sebaik-baiknya?
58. Apakah yang bisa saya lakukan saat ini yang dapat membuat perbedaan terbesar dalam hidup?
59. Apakah yang sedang saya hindari?
60. Hal-hal apa sajakah yang saya bisa bertoleransi?
61. Apakah saya membuat tujuan-tujuan yang jelas dengan batas waktu pencapaiannya?
62. Apakah saya memegang janji-janji yang telah saya buat pada diri sendiri?
63. Apakah saya memegang janji-janji yang telah saya buat pada orang lain?
64. Jika saya ingin kehidupan saya sempurna, apakah yang harus saya rubah?
65. Apakah yang sedang saya cari sungguh-sungguh saat ini?
66. Bagaimana saya membuat hidup saya lebih sederhana?
67. Kegiatan apa saja yang saya lakukan tetapi saya tidak menikmatinya? Apakah kegiatan tersebut sungguh-sungguh harus dilakukan? Dapatkan saya mendelegasikannya atau membayar orang lain untuk melakukan itu?
68. Apakah saya melihat diri saya sebagai seorang yang cukup kreatif?
69. Apakah saya membiarkan diri saya untuk menjadi orang yang kreatif?
70. Dapatkah saya menjadi seseorang yang spontan?
71. Apakah saya terlalu kritis pada diri sendiri?
72. Apakah saya terlalu kritis pada orang lain?
73. Apakah saya dapat melihat permasalahan dari sudut pandang yang berbeda?
74. Hal-hal apa sajakah yang telah saya selesaikan?
75. Hal-hal apa sajakah yang menjadi sumber stress dalam hidup?
76. Bagaimana saya dapat mengurangi stress dalam hidup?
77. Kemana sajakah uang saya dipergunakan?
78. Bisakah saya mengelola keuangan saya?
79. Punyakah saya rencana keuangan untuk masa depan?
80. Untuk apa sajakah waktu saya dipergunakan?
81. Sudahkah saya membuat sistim pengelolaan waktu yang efisien?
82. Apakah 3 prioritas terbesar saya dalam hidup?
83. Siapakah orang terpenting dalam hidup saya?
84. Siapakah yang mencintai saya?
85. Siapakah yang peduli kepada saya?
86. Untuk siapakah anda bekerja keras?
87. Apakah tempat tinggal dan lingkungan kerja saya telah diatur sedemikian rupa sehingga memberi kenyamanan pada saya?
88. Apakah saya mempunyai pola hidup yang sehat?
89. Apakah saya sering terbawa emosi?
90. Apakah saya dapat melupakan kesalahan-kesalahan yang telah saya buat di masa lalu?
91. Apakah saya mengijinkan diri saya untuk melakukan kegagalan?
92. Apakah saya mempelajari kegagalan-kegagalan saya?
93. Apakah saya cepat menanggapi ketika sesuatu berjalan tidak semestinya?
94. Apakah keyakinan-keyakinan saya telah bekerja dengan baik?
95. Apakah saya melonggarkan aturan-aturan yang telah saya buat untuk diri sendiri dan orang lain?
96. Apakah impian masa kecil saya yang terlupakan?
97. Siapa sajakah idola/tokoh yang saya tiru?
98. Apakah saya asli? Apakah saya menjadi diri saya sendiri atau sedang mencoba menjadi seseorang yang lain?
99. Bagaimana jika …?
100. Mengapa tidak …?
101. Bagaimana saya dapat …?
Sumber : http://www.akuinginsukses.com/101-pertanyaan-hebat-untuk-membuat-hidup-anda-luar-biasa/
"Yang luar biasa, anda tidak perlu waktu khusus untuk mulai mengubah dunia."
_Anne Frank
Sumber: http://www.andaluarbiasa.com/motivasi

Kegagalan yang Mengubah Dunia

Tahukah Anda bahwa setiap orang PASTI pernah mengalami kegagalan dalam hidupnya? Tahukah Anda bahwa 90% kegagalan justru mendekatkan pada 100% KESUKSESAN? Sadarkah Anda bahwa BANYAK ORANG HEBAT di dunia justru lebih sering mengalami kegagalan dibanding sukses? Jadi sebenarnya, saat Anda gagal, itulah saatnya Anda lebih dekat pada SUKSES!
Sumber : Majalah Motivasi LuarBiasa

Yang Sudah Berlalu Tak Perlu Disesali

Oleh Andrie Wongso
Suatu ketika, ada seorang pemuda yang mendapat warisan dari orangtuanya. Karena tergolong keluarga sederhana, ia hanya mendapat sedikit uang dan beberapa buah buku. Sebelum meninggal, ayahnya berpesan, “Anakku, buku-buku ini adalah harta yang tak terhingga nilainya. Ayah berikan kepadamu, baca dan pelajarilah. Mudah-mudahan kelak nasibmu bisa berubah lebih baik. Dan ini sedikit uang, pakailah untuk menyambung hidup dan bekerjalah dengan rajin untuk menghidupi dirimu sendiri.”
Tak berapa lama, uang yang ditinggalkan pun habis terpakai. Sejenak ia melongok buku-buku peninggalan ayahnya. Ia teringat pesan dari orangtuanya agar belajar dari buku tersebut. Karena malas, ia mengambil jalan pintas. Buku itu dijual kepada teman yang mau membeli karena kasihan. Sebagai gantinya, ia mendapatkan beras untuk makan sehari-hari.
Beberapa saat kemudian, si pemuda harus mulai bekerja kasar demi menyambung hidup. Yang membuatnya heran, teman yang dulu membeli bukunya, kini hidupnya kelihatan nyaman dan semakin maju. Karena penasaran ingin tahu, apa yang membuat teman tadi bisa berhasil hidupnya, dia mendatangi dan bertanya.
Meski sempat tidak mau membuka rahasia, setelah didesak dan kasihan melihat nasib si pemuda, akhirnya si teman terbuka. “Sebenarnya, aku sangat terbantu dengan buku yang kamu jual padaku. Dulu aku beli buku itu karena kasihan kepadamu. Kubiarkan saja berdebu di sudut kamar. Suatu hari, iseng karena ingin tahu, kubaca dan ternyata, wahh...isinya bagus sekali! Sebuah pelajaran hidup yang luar biasa.”
“Bukan itu saja,” sambung temannya. “Di dalam buku itu terselip pesan, agar si pembaca setelah menguasai isi buku tersebut mau praktik dengan sungguh-sungguh. Sungguh, aku beruntung aku mendapat buku itu darimu. Lihat, hidupku jadi berubah. Sebenarnya, dari mana buku-bukumu itu berasal?”
Mendengar cerita temannya itu, si pemuda sangat menyesal. Harta peninggalan ayahnya ternyata jauh lebih berharga dari yang ia kira. Karena malas membaca, kini ia hanya jadi pekerja kasar yang hidup ala kadarnya.
“Buku itu sebenarnya warisan dari orangtuaku,” jawab si pemuda. “Jujur, aku malas membacanya dan tidak tahu kalau ayahku menyimpan pesan yang sangat berharga. Sungguh, aku menyesal. Teman, boleh aku pinjam kembali buku-buku itu untuk memulai hidupku yang baru? Aku ingin bisa mengubah hidupku menjadi lebih baik.”
Netter yang Luar Biasa,
Demikianlah, banyak hal yang kadang tak kita mengerti dari pilihan-pilihan yang kita jalani. Sering mengundang penyesalan, seperti si pemuda tadi. Tapi bagi yang mau belajar, setiap kegagalan, setiap kesalahan pasti punya nilai pembelajaran. Maka, ada ungkapan "hal yang sudah berlalu tak perlu disesali". Sudah sepatutnya kata-kata bijak tadi kita jadikan pegangan hidup. Jika hari ini kita gagal, kita siap bangkit lagi!
Mari, jangan sesali yang sudah berlalu, jangan pula takut pada masa depan. Kita belajar dari banyak kesalahan dan segala ketidaknyamanan, untuk mengambil pilihan yang ada pada hari ini sebagai dasar pijakan meraih keberhasilan yang lebih membanggakan. Tetap berjuang!

Saat yang Tepat untuk Berubah

Saat yang tepat untuk berubah
Oleh Andrie Wongso
Banyak perubahan yang harus kita lakukan bila kita ingin menjadi manusia yang berbeda. Perubahan yang datangnya dari kesadaran diri kita sendiri bahwa kita memang harus berubah. Perubahan ke arah positif yang bisa menjadikan hal itu kebiasaan untuk kita, dan akhirnya menjadi karakter positif bagi diri kita.
Lantas, apa saja harus kita ubah? Atau, adakah hal yang memang tak perlu kita ubah, namun sekadar dimodifikasi untuk mencapai hasil lebih baik? Beberapa perubahan berikut ini adalah beberapa kondisi yang mungkin perlu kita lakukan dan melanjutkannya dengan action menuju target yang kita inginkan.
1. Ubah persepsi diri tentang kita Jika kita masih merasa selalu tidak mampu menjadi besar dan berhasil dengan apa yang kita lakukan, mulailah dengan membuang pikiran buruk itu sesegera mungkin dari otak kita. Setiap manusia diberi kelebihan juga kekurangan. Yang membedakan seorang yang berhasil dan tidak berhasil adalah mereka yang berhasil mampu mengoptimalkan seluruh kemampuan dan potensi mereka.
Jika kita saat ini belum mengenali diri kita sendiri, coba sisihkan waktu ntuk merenung. Bukan merenungi angan-angan kosong. Tapi sebuah perenungan panjang untuk memahami seperti apa diri kita sebenarnya. Seperti kata almarhum Steve Jobs tentang pencarian panggilan jiwa, “Teruslah mencari. Dan, jika belum kau temukan, tetaplah mencari.”
2. Ubah pemikiran tentang mimpi Semua keberhasilan adalah hasil dari mimpi atau keinginan yang terpendam. Yang membedakan antara orang sukses dan tidak adalah bahwa orang sukses mampu membuat mimpi itu bukan sekadar mimpi. Mereka menjadikan mimpi itu sesuatu yang jelas, bisa dilakukan. Bukan lagi abstrak. Mereka juga yakin bahwa mimpi-mimpi itu harus dijadikan nyata dengan keyakinan, doa, dan kerja keras.
Jika kita merasa mimpi kita masih abstrak, coba ubah mimpi kita menjadi nyata. Membuat visualisasi mimpi itu sehingga terlihat jelas dan bisa kita gapai.
Boleh kita menggambar mobil, atau sebuah hotel bintang lima yang belum pernah kita datangi, atau tempat wisata ke luar negeri yang ingin kita kunjungi. Atau, bisa juga tumpukan uang yang ingin kita miliki. Letakkan gambar-gambar itu di dekat meja kerja kita. Sehingga, kita termotivasi untuk melakukan yang terbaik agar mimpi itu bisa menjadi kenyataan.
3. Ubah pemahaman tentang hambatan dan peluang Setelah kita memahami seperti apa diri kita, kekurangan kelebihan, serta mimpi-mimpi kita, maka yang harus kita pahami selanjutnya adalah membuat perubahan tentang hambatan dan peluang yang ada di depan kita, yang mungkin saja akan kita lalui.
Jika hambatan yang belum kita jalani sudah memberatkan kita, coba ubah persepsi tentang hambatan. Hambatan bukan penghalang. Hambatan adalah peluang yang belum berhasil kita lalui. Jadi tentu saja untuk mendapatkan sesuatu yang lebih besar lagi, kita harus melalui hambatan tersebut.
Masuk dalam satu komunitas yang saling mendukung akan menjadi energi positif untuk kita. Atau, bila belum menemukan komunitas, baca buku-buku berdasarkan pengalaman sukses orang lain, sehingga kita tahu di mana perubahan yang harus kita lakukan.
4. Ubah persepsi negatif tentang orang yang tidak mendukung Ketika kita fokus untuk meraih kesuksesan di jalan yang kita anggap benar dan pasti bisa kita lakukan, hambatan yang terberat yang akan mungkin kita dapatkan adalah bahwa orang-orang di samping kita—yakni orang-orang yang dekat dengan kita—bisa jadi tidak akan mendukung apa yang sedang kita lakukan.
Akan ada saatnya di suatu titik, kita merasa sendiri. Yang terbaik adalah mengubah persepsi kita sendiri. Orang terdekat itu bukan tidak mendukung langkah kita, tapi mereka tidak paham dengan apa yang sedang kita lakukan. Cara membuat mereka paham adalah dengan menunjukkan lewat bukti, bahwa semua mimpi yang tengah kita jalani bukan sekadar mimpi, tapi itu adalah kenyataan.
5. Ubah persepsi tentang putus asa Perjalanan menuju suatu titik tujuan pasti melelahkan. Karena perjalanan itu bukan perjalanan yang sebentar, tapi perjalanan yang panjang. Perjalanan panjang ini juga harus kita tempuh dalam tempo berbulan-bulan, bahkan bisa dalam hitungan tahunan.
Jika kita lelah, itu biasa. Jika kita putus asa, juga lumrah terjadi. Namun, kita perlu mengubah pandangan kita bahwa perjalanan kita yang panjang adalah sia-sia. Sebaliknya, perjalanan kita yang sudah kita lakukan adalah sesuatu yang hebat yang sudah kita lakukan. Karena, kita sudah berani melangkah.
Kesuksesan hanya tinggal menunggu waktu, sama seperti seorang yang sedang menggali tanah untuk mencari mata air. Mata air itu tidak akan ditemukan dalam waktu semalam. Butuh waktu yang lama. Jika ia berhenti, maka mata air itu tetap tidak akan ditemukan. Tapi jika ia lanjutkan, mungkin satu cangkulan lagi mata air akan ditemukan dan akan mengucurkan air yang sangat deras seperti yang selama ini diharapkannya.
Jadi, mari intropeksi diri dan berubah ke arah yang lebih baik untuk menyongsong hari esok yang luar biasa. Sanggup?

Jumat, 12 September 2014

surat at Tahrim ayat 8
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا عَسَى رَبُّكُمْ أَنْ يُكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّئَاتِكُمْ وَيُدْخِلَكُمْ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الأنْهَارُ يَوْمَ لا يُخْزِي اللَّهُ النَّبِيَّ وَالَّذِينَ آمَنُوا مَعَهُ نُورُهُمْ يَسْعَى بَيْنَ أَيْدِيهِمْ وَبِأَيْمَانِهِمْ يَقُولُونَ رَبَّنَا أَتْمِمْ لَنَا نُورَنَا وَاغْفِرْ لَنَا إِنَّكَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ
“Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya). Mudah-mudahan Rabbmu akan menutupi kesalahan-kesalahanmu dan memasukkanmu ke dalam jannah yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, pada hari ketika Allah tidak menghinakan Nabi dan orang-orang mukmin yang bersama dia; sedang cahaya mereka memancar di hadapan dan di sebelah kanan mereka, sambil mereka mengatakan: “Ya Rabb kami, sempurnakanlah bagi kami cahaya kami dan ampunilah kami; Sesungguhnya Engkau Maha Kuasa atas segala sesuatu.” Dalam ayat ini menjelaskan bahwa Allah akan menutupi semua kesalahan (dosa) jikalau hambanya tersebut mau bertaubat dengan taubat yang semurni-murninya (taubatannasuuha).
Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/10/01/40048/dosa-yang-terus-mengalir/#ixzz3D79SgHJS Follow us: @dakwatuna on Twitter | dakwatunacom on Facebook
Aku takut kamu di ambil orang... Aku takut kamu Selingkuh...
Bunda... maafkan aku atas setiap tetes air mata yg membasahi wajah cantikmu hanya karena semua sikapku yg mengecewakanmu
Aku hanya ingin memanggilmu Waled... disaat ku kehilangan arah.
Seringkali kita tidak akan bisa melupakan masa lalu, karena sebenarnya hal yang paling mendasar untuk melupakannya adalah kita harus ingat dulu apa yang harus kita lupakan. Lupakan pedihnya, ingat pelajarannya.
Menembus batas waktu
Mengeluh mungkin sedikit melegakan perasaan, tetapi tidak memperbaiki keadaan.
Jaga hati yang kuserahkan untukmu, jangan lupa rasa jatuh cinta pertama kita, dan tali asmara yang kan diuji waktu berjanjilah sayangku sebelum selamanya...
JIKA IA BUKAN JODOHKU, YA ALLAH
Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... pudarkanlah keindahan wajahnya dari pandanganku... aku tak ingin mencintai orang yang salah, sungguh... walaupun melupakannya sangat menyakitkan... aku berusaha untuk sanggup... gugurkanlah satu-persatu dengan perlahan semua kenangan yang senantiasa melekat erat dalam ingatanku... karena jika semuanya terhapus dalam waktu sekejap, aku takut itu akan menyiksa diriku sendiri...
Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... bantulah aku untuk mencabut perasaan tak biasa ini dari hatiku... aku akan merasa bersalah dan mengutukuki diri jika dia yang kini bersemayam anggun di hatiku bukanlah qawwamku... aku sadar itu tidaklah mudah karena akarnya terlanjur membumi di hatiku... tapi, demi keridhoan-Mu, apa yang tidak akan aku lakukan ?
Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... kumohon, jangan hadirkan sosoknya lagi dalam mimpi-mimpi malamku... karena itu hanya membuatku semakin berandai-andai dan lalai dari mengingat-Mu...jika dia bukan jodohku, Ya Allah... jauhkanlah, sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan namanya terdengar biasa saja di pendengaranku... karena sungguh, atas perasaan ini aku tak mampu tenang bila mendengar namanya...Jika dia bukan jodohku, Ya Allah... jauhkanlah, sejauh yang aku butuhkan untuk menjadikan wajahnya terlihat biasa saja bagi netraku... karena sungguh atas perasaan ini hatiku tak bisa bergetar wajar bila memandang wajahnya.. Aamiin
Dan Ya Allah... andai dia Engkau takdirkan menjadi jodohku, satukan hatinya dan hatiku dalam pernikahan yang barokah... Namun bila dia bukan Engkau ciptakan menjadi jodohku, beri kami jalan yang terbaik agar tidak saling menyakiti.... Aamiin Allahumma Aamiin....
Bahagiaku... ntahlah! Kumau ada dirimu... seseorang yang kunanti dan kuinginkan sedari dulu... namun kenyataan yang ada kini begitu runyam. Sulit untukku dan ingin rasanya kuteriaki. Apa dirimulah orangnya...? atau kau hanya bagian kamuflase cinta yang kuminta untuk ada disaat-saat kehancuranku... aku takut! Aku sungguh takut... mencintaimu apa itu sebuah kesalahan atau anugerah? Bagaimana denganmu.. apa yang kau rasakan... ?bagaimana cintamu itu sebenarnya? Maaf... ku selalu ingin tahu. Aku hanya tak ingin menggenggam harapan kosong.... aku tak ingin menangis lagi. Aku tlah mencoba untuk tetap pertahankan hatiku hanya untuk dirimu yang mencintaiku, namun kenyataannya menjadi lebih pahit... Aku yang selalu tersakiti... apa kesalahan ku terlampau banyak hingga air mata pun tak ingin jauh dariku... Meski kau ada disini sekarang menemani hati yang tlah hancur ini... kau kembalikan kebahagiaan yang dulu sempat kubuang jauh... dan aku bahagia kini! namun, semakin ku mencoba tetapkan hati untukmu... ada rasa dimana keraguan dan emosiku yang menghalangi... dirimu yang seharusnya temukan seseorang yang luar biasa di luar sana, seorang wanita yang sepantasnya dapatkan hatimu yang tulus itu... sadarkah kau aku tak tak selayaknya ada bersamamu... Aku tak pernah mengerti arti hadirmu... aku hanya mencari seorang belahan jiwa untuk mengantarku pulang... dan ntahlah! Apa itu dirimu... aku masih ragu... ada sebentuk perasaan yang tak ingin dan tak bisa kuceritakan lebih banyak, dan karena itu juga aku takut... aku takut jika suatu saat nanti itu kan jadi sebuah bumerang. Aku takut... kehancuranku lebih ingin kunantikan daripada melihatmu hadirkan benci untukku... Aku hanya ingin kau tahu... mencintaimu bukan ku tak ingin hanya saja... keinginan hati ini terkadang pun menyusahkan ku...

Kamis, 11 September 2014

Saya bisa menjadi teman yang baik, sahabat yang baik, bahkan musuh yang paling berbahaya, tergantung bagaimana cara kalian memperlakukanku ...
Jika pada akhirnya semua menjauh.. taklah mengapa. Sebab hidup tak selalu harus bergantung pada orang lain
Kemana ku berlari... Kemana ku mencari ... Ku cinta tapi ku juga benci... Seperti pedih yang telah kau bagi...
Cinta harusnya kau percaya, Hingga kau mengerti yang sebenarnya...
Ten thousand light years away from you... Keep thinking maybe it's time to let go... But by the end of the day, I still want to say "Do you love me?"
I Cry... You said goodbye, I fell apart... I fell from all we had... To I never knew I needed you so bad...
If I could have you back tomorrow... If I could lose the pain and sorrow... I would do just anything, To make you see... You still love me!
Will the same taste if not you? you made me ask... you made me look for.. about the taste of this ... I don't understand,,
though my leaving do you want... Here I will be faithful until you see me with the love that I have for you..
Too worried about other people's opinion will only make us afraid of stepping. I chose to let, for me they are all people who are not important.
Maaf jika harus tertanam rasa benci dalam hati. Sebab aku tak sanggup menepisnya setiap kali kau membuatku terluka.
Cukup simple jika kau mengerti aku.. aku punya mimpi, aku punya cerita, dan aku ingin menggapainya, berharap semua bisa kita bagi saat susah, senang, bahkan dalam keadaan lebih buruk, atau bahagia yang memuncak, asalkan bersamamu... aku mau! Rumit, jika semua itu kau tempuh sendiri dan mungkin aku pun kan berpikiran lain, karena waktu tak memberikan jawaban saat ku terluka... Dan diriku bukanlah aku saat mimpi dan cita-citamu terbang bebas. aku punya mimpi juga dan aku juga tau diri seberapa hebat diriku dan dimana letak batasan kelemahanku. Jika kau pergi sejauh itu... pernahkah terfikir olehmu mampukah aku mensejajarkannya?
Tulus tapi modus
Aku cinta namun benci caramu mencintaiku...